Puisi Tentang Kopi dan Filosofi Hidup, Bicaraku Pada Segelas Kopi Karya Muraz Riksi

Table of Contents
Puisi Tentang Kopi dan Filosofi Hidup, Bicaraku Pada Segelas Kopi Karya Muraz Riksi

Menikmati Hidup dalam Secangkir Kopi, Puisi Tentang Perjalanan Diri.
Kopi bukan sekadar minuman, tetapi juga teman setia dalam berbagai suasana. Dalam puisi "Bicaraku Pada Segelas Kopi" mengajarkan kita bahwa dalam setiap tegukan, ada pelajaran tentang kesabaran, penerimaan, dan makna hidup yang sesungguhnya. Melalui setiap tegukan kopi dari hangat hingga pahitnya, yang begitu menggambarkan perasaan.

Puisi ini menceritakan bagaimana secangkir kopi bisa menjadi saksi percakapan batin, perenungan diri, dan dinamika sosial di era digital. Di tengah hiruk-pikuk dunia maya dan kehidupan nyata, menikmati kopi menjadi momen refleksi yang berharga.

Bagi kamu yang menyukai puisi tentang kopi, filosofi hidup, dan perenungan diri, puisi ini bisa menjadi bacaan yang menggugah. Berikut teks puisinya:

Bicaraku Pada Segelas Kopi
Oleh Muraz Riksi

Diantara segala nuansa rasa
Kadang kita bertemu untuk sekedar scroll layar hidup
Berbagai macam lakon ada disana
Ada curhat, motivasi bahkan debat hingga hujat membasahi

Disana beragam manusia melakoni peran diri
Di layar hidup mereka bisa jadi siapa saja
Bahkan mereka bisa jadi manusia yang saling menyalahi
Seakan diri sendiri yang patut diakui

Di meja persegi, di bawah pohon palem di dekat jalan raya
Aku duduk disana menikmati segelas kopi
Lalu lalang kendaraan yang tiada henti
Di tangan kanan ku pegang gelas kopi, sesekali aku menyeruputnya
Di tangan kiri aku terus menggulir layar hidup, menikmati suguhan manusia didalamnya

Kadang aku tertawa, kadang juga aku termenung menyaksikannya
Bicaraku pada segelas kopi, tentang aku yang sedang duduk sendiri
Bukan menyendiri atau menjauhi
Diumur yang terus bertambah, lebih nyaman dengan teman yang sefrekuensi

Ini bukan lagi tentang masa flexing
Ini lebih kepada menerima diri sendiri
Nyaman dengan hidup yang tidak membohongi diri
Menikmati kopi, menikmati hari walau terkadang cuma seorang diri

Bicaraku pada segelas kopi
Pada awalnya panas, kutunggu dingin agar bisa menyeruputnya
Pelan-pelan aku menghabiskannya
Terasa pahit diakhir, seperti hidup ini

Hanya saja kenikmatan pahit itu yang membuat siapa saja rindu untuk terus meneguknya
Ada rasa candu tapi tidak membuat pilu
Diiringi album lagu tempo dulu yang kuputarkan 
Menikmati segelas kopi seirama menikmati waktu untuk diriku
Aceh, 25 Februari 2025

Jika kamu menikmati puisi ini, jangan lewatkan kumpulan puisi lainnya yang penuh makna dan inspirasi. Temukan lebih banyak refleksi kehidupan, kisah keseharian, dan renungan mendalam dalam bait-bait indah lainnya. Karena seperti kopi, puisi juga bisa menjadi candu yang menenangkan jiwa.


***
Demikian teks Puisi Tentang Kopi dan Filosofi Hidup.

(Catatan Penutup)
Terima kasih telah berkunjung ke website Sampah Kata.
Salam kopi pahit...

Post a Comment