Sendiri dengan Secangkir Kopi Puisi Tentang Rindu Karya Muraz Riksi
Table of Contents
Sehebat apapun kita berdiri, setinggi apapun kita pernah menjejaki Bumi, pada akhirnya kita tetap sendiri. Semua tentang perasaan itu pada akhirnya akan larut dengan secangkir kopi. Diantara malam yang terus lalu lalang, menggantikan siang yang kesepian, dudukku diantara keramaian dan rinduku masing tentang impian. Berikut teks puisinya:
Sendiri dengan Secangkir Kopi
Oleh Muraz Riksi
Meja kayu itu masih terletak di sana
Dengan kursi yang menjadi temannya
Kadangkala nyamuk ikut meramaikan suasana
Hanya aroma kopi yang ada di atasnya
Aku duduk sendiri, bukan tentang menanti siapa yang akan datang menemani
Tapi tentang kemana setelahnya aku harus berjalan
Setelah secangkir kopi habis ku seruput, kemana aku harus pulang
Di tengah keramaian aku merasa sunyi sendiri
Disini aku menghabiskan waktu berbicara dengan diri sendiri
Bagaimana dengan impianku, yang rindunya mengalahkan aroma kopi
Kadang hawa menyerah lebih dominan dari kata perjuangan
Aku kembali menyeruput secangkir kopi
Ku perhatikan negeri ini yang sibuk sendiri
Para pimpinan sibuk memikirkan kemakmuran, entah kemakmuran siapa?
Yang kulihat rakyat kecil semakin berat melangkahkan kaki
Harga barang kian tinggi sedangkan pemasukan masih di nominal yang sama
Emas pun tak berdiam diri, maharnya semakin tinggi
Entah bagaimana nasib mereka yang sedang berjuang untuk meminang seorang gadis
Dan mereka yang sedang bercita-cita ingin segera menafkahi
Aku masih sendiri dengan secangkir kopi
Menikmati sisa malam di tempat ini
Di meja kayu dengan sebuah buku
Di sana ada kisah pilu tentang mereka yang masih berjuang tentang rindu...
Aceh, 24 Maret 2025
Baca Juga : Puisi, Cerpen dan Cerbung Muraz Riksi Lainnya
***
Demikian Puisi Tentang Rindu Karya Muraz Riksi.
(Catatan Penutup)
Terima kasih telah berkunjung ke website Sampah Kata.
Salam kopi pahit...
Post a Comment